Translate

Saturday, January 25, 2014

Renungan..

(1)

Seorang mandor bangunan yg berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja di bawah...
Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan.
Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yang jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.
Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja.
Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor...
Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita. Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kpdNya, bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang··· Bahkan kita selalu bilang ··· kita lagi "HOKI!"
Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah. Jadi jangan sampai kita "MENUNGGU" mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah ...! agar kita mau menoleh kepada-NYA.
Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA sebelum Allah melemparkan batu kecil. Semoga bermanfaat.


(2)

Dulu saya sulit memahami jika baca Al-Qur'an
Tapi setelah tahu bahwa esensi Al-Qur'an adalah dialog monolog dari Tuhan kepada jin dan manusia, sekarang saya jadi ngerti bahwa kita adalah termasuk object-nya. dan Tuhan adalah Subject yang berbicara
Tidak ada satupun kata-kata dari Muhammad disitu, karena Muhammad adalah penyampai kalam dari Tuhan.