Translate

Sunday, January 17, 2016

Jika Menggunakan TPLINK WA 5210 Sebagai Client Antena RNet

Perhatian, Bagi pengguna antena RNet, Jika client menggunakan TPLINK WA5210G, ada beberapa catatan yg perlu jadi perhatian, Antena RNet berpolarisasi horizontal, untuk itu client seharusnya memilih polarisasi horizontal, tetapi sayangnya desain 5210 ini pada polarisasi horizontal terlalu banyak mengalami distorsi karena redaman pada saklar elektronik, sehingga kualitas sinyal pada vertical jauh lebih baik daripada horizontal. terkadang dalam prakteknya sinyal yg didapat vertical bisa lebih besar, walaupun polarisasi tidak sesuai. Dan, bagi pengguna TPLINK wa5210 yg sudah mengganti dg firmware airos dari ubnt (tempe rasa ubi) saklar elektronik tidak bekerja dg semestinya, sehingga hanya pada mode adaptive sinyal bisa keluar. padahal kenyataannya mode adaptive ini sinyal terbagi pada ketiga mode, vertical, horizontal, dan external, atau saklar on semua seperti kita ketahui sebelumnya, 5210 ini mempunyai 2 buah saklar elektronik, saklar pertama mendapat sinyal langsung dari sumber sinyal, outputnya ada 2 arah, ke coaxial vertical dan ke saklar ke dua. dan saklar kedua inputnya dari saklar pertama, outputnya ke horizontal dan external. Tapi tetep harus ada solusi, Jika ingin hasilnya bagus, potong dan sambungkan kabel antena horizontal ke saluran vertical di PCB, dan sebaliknya, atau tukarkan. Kemudian pada setingan mode antenanya pilih polarisasi Vertical, niscaya sinyal akan meningkat diatas 10db! Yg perlu jadi perhatian, saat selesai menyolder, bersihkan kerak/pasta dari timah solder dg cairan tiner atau contact cleaner, krn ini biasanya jadi penyebab gagalnya modifikasi.
 

Monday, March 30, 2015

Memanfaatkan AP ubnt yg rusak port LAN-nya untuk repeater

Sering kita mendapati radio AP ubnt seperti bullet m2hp atau rocket m2 rusak di bagian ethernet port atau LAN
Jangan dibuang atau dilempar ke tempat sampah :)

Radio AP tersebut masih bisa digunakan untuk mode REPEATER Bagaimana supaya bisa melakukan seting mode repeater?


Caranya, sediakan AP lain sebagai alat bantu, dengan mode AP, ssid "ubnt", dan IP di geser buntutnya supaya tidak sama dengan IP pasien. 
Setelah di reset IP dari AP yg rusak akan menjadi default ke mode station, nah mode station ini akan secara otomatis connected ke AP "ubnt"
Berikutnya, seting radio menjadi repater dilakukan melalui ethernet/LAN dari AP "ubnt", tentunya dengan IP defaultnya, 
Jika mau merubah IP prosedurnya mungkin jadi lebih rumit.


Computer ==> AP "ubnt" ==> Damage AP

Sunday, March 15, 2015

Jual Antena Omni MIMO 5.8ghz

Antena Omni MIMO 5.8Ghz
Model Slotted Waveguide 2 x (8+8) slot, 2 x 15dbi
Konektor rp-sma (tidak perlu pigtail lagi)



Wednesday, February 18, 2015

Tuning koneksi WiFi

Meningkatkan Performa Wifi dg RTS/CTS 

Fitur ini tidak ada pada setiap radio/firmware
Fungsinya untuk meminimalisir collision antar client, sehingga bisa meningkatkan throughput pada mode multi client, tapi efeknya kerja AP menjadi lebih berat. Terlalu banyak collision bisa menyebabkan jaringan macet, karena beberapa client secara bersamaan akan mengulang-ulang proses handshake yang gagal. 
Cara kerjanya adalah setiap client yang akan mengirim paket data frame, harus minta ijin terlebih dulu kepada AP (RTS), baru setelah AP tidak sibuk akan mengirimkan sinyal untuk mengijinkan (CTS), sehingga handshake bisa sukses tanpa diganggu oleh client yang lain.
Secara default, RTS/CTS adalah tidak aktif, atau paket threshold = 2347. untuk mengaktifkan hanya perlu memperkecil besaran paket threshold-nya, misalnya kisaran 500byte. maka nanti jika ada request paket lebih besar dari 500, RTS/CTS akan secara otomatis menjadi aktif
RTS/CTS ini hanya perlu di set di sisi client, AP akan merespon sesuai kondisi masing2 client, apakah pakai RTS/CTS atau tidak
Pada koneksi PTP tidak memerlukan RTS/CTS
Info lengkap bisa baca disini 


Meningkatkan Throughput WiFi dengan Fragmentation Threshold 

Pada kondisi ideal misalnya jarak AP-client sangat dekat di dalam ruangan, sebuah frame paket data yang besar bisa dengan mudah di kirim, akan tetapi pada kondisi interferensi yang parah, di tengah pengiriman paket frame data bisa saja terjadi gangguan sehingga paket gagal di kirim, dan harus dikirim secara berulang-ulang. Jika frame data terlalu besar yang makan waktu lebih lama, tentunya pengulangan juga akan mejadi semakin lama, ini akan memperparah koneksi wifi secara keseluruhan. 
Supaya frame paket data lebih cepat sampai sebelum terjadi gangguan, maka ada baiknya paket diperkecil, paket yang lebih kecil memerlukan waktu yang lebih singkat untuk pengiriman ulang
Secara default Fragmentation Threshold adalah tidak aktif, nilainya adalah sebesar 2346 byte (nilai terkecil 256 byte), bisa diaktifkan dengan memperkecil besarnya paket, misalnya kisaran 400byte
Fragmentation Threshold ini serupa dg MTU packet pada jaringan ethernet
Info lengkap bisa baca disini


Mencegah bengkaknya latency dengan Sensitivity Threshold
Pada mode AP multi client, sinyal dari para client sangat bervariatif, kadang ada user yang penerimaan sinyalnya pas-pasan, kadang konek kadang tidak, jika ini dibiarkan, maka si client ini akan mengganggu jaringan secra keseluruhan, efeknya pada semua client yg terhubung, sehingga mengalami penurunan throughput dan meningkatnya latency/ping time.
Untuk mencegah hal itu terjadi, salah satu caranya adalah dengan memperbesar nilai seting dari sensitivity threshold, misalnya kita set -80db, maka client yg penerimaan sinyalnya kurang dari -80 akan di tendang gak boleh masuk, dengan begitu hanya tersisa client yang memang dalam kondisi prima untuk terhubung.

Besaran sensitivity threshold itu relatif terhadap noise floor, semakin tinggi noisef loor, nilai sensitivity threshold harus beberapa db diatasnya


Client Isolation

Ini yg sering diabaikan, padahal penting banget
Client Isolation!
Fungsinya untuk mencegah computer client saling terhubung
Jika antar client memanfaatkan jaringan wifi kita untuk transfer data misalnya, itu bisa menyebabkan resource AP tersedot, dan mengganggu client yg lain secara keseluruhan.
Hubungan antar client ini juga bisa terjadi tanpa sebab yg kita sengaja misalnya karena adanya virus jaringan.

Jadi selalu aktifkan fitur Client Isolation di AP hotspot/ptmp

Sunday, February 1, 2015

Memanfaatkan QoS AP Tenda untuk Bandwidth Limiter

Kabar gembira dari RNet
Mikrotik sekarang ada extract-nya!
Ternyata... setelah mencoba dengan simulasi kecil,
QoS AP Tenda W309R (Wireless N High power) bisa difungsikan sebagai bandwidth limiter dengan sangat mudah dan praktis!
Tinggal aktifkan QoS
Saya test buat limit 1mbps atau 128KB/s dari bw full 10mbps, hasilnya sukses
Setingan bw bisa dipisah antara download dan upload
Khusus buat pemain RTRW net yang tidak mau rumit dengan mikrotik!
Kelebihan, karena prosesnya aliran paket data sangat sederhana, latency bisa lebih kecil daripada mengunakan routerboard kelas low-end
Security wifi komplit, termasuk mac fiter.
Minusnya captive portal atau halaman login gak ada, tapi sebagai gantinya ssid bisa dikasih nama dengan nomer hp untuk promo


Alat Charger Accu / Aki model baru

Charger Aki, mungkin agak melenceng dari per-wifi-an, tapi bagi yang sering mengalami mati listrik di rumah, ini bisa jadi alternatif buat mengisi backup aki untuk supply perangkat wifi-nya
Ini murni hasil rancangan saya sendiri, namanya Adjustable Battery Charger, atau pengisi aki yang bisa di atur arusnya secara manual.
Prinsipnya, dengan mengatur tegangan input travo adaptor menggunakan dimmer lampu, kemudian memantau arus yang masuk ke aki pada ampere meter
Bahan utama:
Dimmer lampu 500 watt = 50rb
Trafo CT 5 Ampere 18V = 90rb
Ampere meter 10A = 40rb
dan biaya lain-lain
Tadinya bikin alat ini untuk mengontrol kecepatan dc motor alat micro grinder, tapi gak ada salahnya sekalian di tambah ampere meter biar bisa buat charger aki sekalian :)
untuk men-charge aki, caranya putar dimmer-nya sambil di pantau arusnya, umumnya 10% dari kapasitas ampere aki. Dengan mengatur tinggi rendahnya tegangan supply dari charger, maka arus yang masuk ke aki juga akan itu naik/turun, makanya wajib di setel dulu supaya tidak melebihi batas aman arus pada accu.
Sebaiknya di lengkapi dengan timer, supaya pengisian bisa berhenti selama waktu yang di butuhkan




Jual Antena Sectoral MIMO 5.8ghz

Antena Sectoral MIMO 5.8Ghz, 2x16 slot
Desain baru menggantikan desain lama yg menggunakan selubung peralon.
Terbuat dari material-material tahan cuaca yg bisa bertahan lama pada udara terbuka,
Bagian dalam antena tetap kedap air
Lebih presisi
Konektor rp-sma, tidak memerlukan pigtail lagi
Recommend AP, Ubiquiti Rocket M5
Harga promo 600rb


Thursday, October 30, 2014

Peringatan, WDS antar chipset belum terstandarisasi IEEE

Ternyata menurut situs dd-wrt, WDS itu belum terstandarisasi oleh IEEE, Tiap vendor chipset mempunyai cara yang berbeda-beda dalam implementasinya.
Jadi, tidak ada jaminan WDS antar chipset yang berbeda bisa terjalin dg baik.
Dan, sebaiknya gunakan chipset yg sama dalam 1 jaringan, misalnya atheros semua, dll.
http://www.dd-wrt.com/wiki/index.php/WDS_Linked_router_network

TP-Link WA701,WA741, MR3220 tidak bisa dipasang antena outdoor

Satu alasan kenapa tp-link wa701nd, wr741n dan wr3220 tidak bisa di pasangkan antena outdoor semacam grid atau omni hi-gain adalah karena adanya pemisahan antena tx dan rx yang menggunakan antena yang berbeda, tx menggunakan antena omni 3db pada sma connector, dan rx menggunakan antena internal di pcb
ap ini tidak menggunakan switch tx/rx untuk bekerja dengan 1 antena
perhatikan antena internal di pcb dlm lingkaran merah

Saturday, September 6, 2014

Cara Paling Efektif Mulai Membangun Jaringan RTRW-Net

Seringkali kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan:
* Bagaimana membangun sebuah jaringan RTRW net yang paling simple, paling mudah, dan paling efisien? efisien dalam arti mendapatkan hasil yang paling maksimal dengan belanja hanya seperlunya saja

Bagi para pemula tentu sangat mengharapkan sumbang saran dari para senior atau pemain lama, namun sayangnya, tidak semua pemain lama juga memberikan saran yang baik, misalnya mereka sudah punya istilah paling umum "ono rego ono rupo" atau ada harga ada barang (kualitas), atau mahal = bagus.
Padahal belum tentu yang mahal pasti bagus, karena orang teknik itu berbicara fakta  bukan asumsi, voting atau ramalan. yang ada kadang justru pemborosan belanja perangkat.

Untuk Memulai, anda bisa baca ini dulu:
http://rnet-group.blogspot.com/2011/11/memulai-bisnis-rtrw-net.html

Kemudian untuk menambah wawasan, baca yang ini juga:
http://rnet-group.blogspot.com/2011/11/teori-repeater-berantai-rtrw-net.html

Dan supaya tidak kaget jika ada masalah, baca ini dulu:
http://rnet-group.blogspot.com/2014/04/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi.html

Bagian teknis:

Konfigurasi stabdard RTRW-Net

Setelaha ada gambaran, kemudian langsung praktek, dan sebelum praktek, siapkan perangkatnya dulu
* Koneksi internet dan  modemnya
* Routerboard Mikrotik seri RB750
* Radio Access Point,  ubnt Rocket M2, include poe adaptor
* Antena MIMO RNet + pigtail

Jaringan rtrw net tentu harus ada koneksi internet sumber yang akan kita share, umumnya dari telkom speedy, first media, atau isp lain. Biasanya Modem sudah disediakan oleh ISP, sehingga keluaran dari modem jika kita sambungkan ke komputer/laptop, bisa langsung browsing ke internet

Routerbiard Mikrotik digunakan untuk membagi bandwidth kepada setiap user, supaya tidak saling berebut, sesuai kuota dan terif kecepatan masing2 user
Disamping itu Mikrotik juga digunakan untuk menampilkan halaman login atau captive portal, yang bisa kita isi dengan informasi nama rtrw net, contact person, tarif, promosi, dan lain-lain.
Sebetelnya masih banyak kemampuan dari mikrotik, tapi mengingat keterbatasan RB 750, sebaiknya tidak perlu menambahkan setingan yang mungkin kurang perlu, sehingga resource mikrotik tidak habis untuk hal yang aneh-aneh sperti firewall filter.
Dari RNet sudah membakukan setingan mikrotik paling simple, paling ringan dan sudah mengakomodir kebutuhan standard sebauh rtrw net, termasuk sudah disertakan
* user profile untuk kebutuhan speed yang berbeda-beda,
* burstable profile, lonjakan bw pada awal, untuk mempercepat browsing
* ppp server, untuk pelanggan yang mau men-share lagi koneksinya ke beberapa komputer
* user manager / userman, limimtasi user lebih rinci/detail, termasuk pembatasan waktu akses
Setingan yang sudah dibakukan, bisa di copy-paste kan bisa ambil di sini:
http://rnet-group.blogspot.com/2012/06/setting-mikrotik-routerboard-super.html

Untuk Access Point, saya rekomen sekali untuk menggunakan AP mimo, karena MIMO adalah jenis paling mutakhir, teknologi terbaru dari wifi, dimana pada AP mimo, di dalamnya benar-benar ada 2 radio pemancar dan 2 unit receiver atau penerima. Sehingga AP mimo mempunyai coverage/jangkauan yang lebih jauh/luas. Anda bisa bayangakan, wifi adapter yang ada di dalam laptop di keroyok oleh 2 pemancar, dan sinyal yang dipacarkan oleh laptop juga di terima oleh 2 buah receiver yang ada pada radio ap mimo. Itulah sebabnya kenapa sinyal mimo jauh lebih baik, bahkan TPLink juga meng-klaim, ap mimo-nya coverake-nya 6 kali lipat lebih jauh dibading dengan ap model lama yang single/siso.
Umumnya pelanggan masih menggunakan wifi adapter / ap SISO (single), tidak masalah, karena kita hanya memanfaatkan keunggukan sinyal dari ap mimo. speed tetep mengikuti kemampuan maksimum dari masing-masing client.
Pada client non mimo, atau siso, rocket m2 akan merespon maksimum hanya pada sampai MCS7, artinya jalan satu stream saja, dengan maximum speed 150mbps pada channel width 40mhz, atau 65mbps pada ch width 20mbps. Jadi jangan bermimpi client siso bisa sampe 300mbps :)
Tidak ada keharusan client harus mimo juga, dan tidak ada keharusan pula mimo harus dual polar, karena orang sering salah kaprah dengan label V dan H yang ada pada AP rocket M2 dan antena airmax, tujuan dari penulisan label di produk ubnt sebetulnya untuk identifikasi saja, yang mana yg vertical dan yang mana horizontal supaya pembacaan di status webconfig-nya juga sesuai. Anda bisa saja pasang terbalik antara V dan H, cuma nanti pembacaan di satus-nya juga harus dibalik.

Pada produk ubnt, jangan salah sangka jika ap menggunakan kode M2, itu belum tentu mimo, tapi hanya karena menggunakan processor yg biasa digunakan untuk ap mimo, misalnya Bullet M2, itu diberi kode M2 karena menggunakan processor yg biasa digunakan untuk ap mimo, tapi hanya dijalankan hanya untuk satu stream saja, sedangkan mimo yg bener itu bisa jalan dua stream, atau biasanya di kodekan 2x2, dengan speed maximum 300mbps.

Ada yang mubazir atau sia-sia jika Anda menggunakan Antena mimo dual polar, tapi client masih model siso, karena client hanya efektif berjalan pada salah satu sisi antena mimo yang berpolarisasi sama dengan antena client. keuntungannya hanya, client bebas memasang antena, mau vertical atau horizontal, terserah.
AP mimo  dengan antena dual polar hanya akan efektif dan hasilnya maximal jika client menggunakan antena client dual polar juga. Tetapi biayanya tidaklah murah

Di RNet, kami menggunakan antena MIMO dengan polarisasi yang sama pada kedua antena, tujuannya jelas, untuk mendapatkan capaian sinyal yang maksimum, tapi performa mungkin hanya sedikit diatas rata-rata ap siso, karena sasaran kami memang client siso yang lebih murah.

AP MIMO dengan antena MIMO, mempunyai ketahanan terhadap pengaruh interferensi sinyal tetangga jauh lebih baik.

Menurut pantauan kami, tingkat kepuasan pelamggan paling tinggi pada Antena MIMO RNet + Ubiquiti Rocket M2
Antena MIMO RNet, model omni atau sectoral, bisa didapatkin disini:
http://rnet-group.blogspot.com/2013/10/jual-antena-mimo-wifi-24ghz-omni-secoral.html

Yang perlu diperhatikan dalam setting AP Rocket M2, sesuai dengan setingan mikrotik diatas dan antena RNet mimo
- Mode AP - bridge
- IP sejajar dengan hotspot pada port 2, misalnya 172.31.146.7
- airmax = disable
- Output Power, mulai dari 28dbm, jika susah konek turunkan dbm-nya secara bertahap
- Antena gain = 2dbi
- Distance = auto
- Channel width = 20mhz
- Auto shift channel = disable
- Channel, mulai dari channel 6, jika interfrensi tinggi, pindah ke ch-1 atau ch-11
- Client Isolation = enable

Ini mungkin bukan rekomendasi paling murah tapi paling efektif, atau tepat guna!
daripada membangun yang paling murah tapi pada akhirnya mungkin mangkrak atau double cost, Anda mungkin mampu beli perangkat yang lebih mahal, tapi ingat, kalau mau dikembagkan jadinya malah jauh lebih mahal lagi! karena jika Anda membangun jaringan, pikirkan juga perkembangan kedepannya, pikirkan juga kompatibilitas alatnya. Jaringan rtrw net tetep punya kesempatan untuk bisa menjadi lurah net, atau camat net :)