Antena Omni MIMO 5.8Ghz
Model Slotted Waveguide 2 x (8+8) slot, 2 x 15dbi
Konektor rp-sma (tidak perlu pigtail lagi)
Sunday, March 15, 2015
Wednesday, February 18, 2015
Tuning koneksi WiFi
Meningkatkan Performa Wifi dg RTS/CTS
Fitur ini tidak ada pada setiap radio/firmware
Fungsinya untuk meminimalisir collision antar client, sehingga bisa meningkatkan throughput pada mode multi client, tapi efeknya kerja AP menjadi lebih berat. Terlalu banyak collision bisa menyebabkan jaringan macet, karena beberapa client secara bersamaan akan mengulang-ulang proses handshake yang gagal.
Cara kerjanya adalah setiap client yang akan mengirim paket data frame, harus minta ijin terlebih dulu kepada AP (RTS), baru setelah AP tidak sibuk akan mengirimkan sinyal untuk mengijinkan (CTS), sehingga handshake bisa sukses tanpa diganggu oleh client yang lain.
Secara default, RTS/CTS adalah tidak aktif, atau paket threshold = 2347. untuk mengaktifkan hanya perlu memperkecil besaran paket threshold-nya, misalnya kisaran 500byte. maka nanti jika ada request paket lebih besar dari 500, RTS/CTS akan secara otomatis menjadi aktif
RTS/CTS ini hanya perlu di set di sisi client, AP akan merespon sesuai kondisi masing2 client, apakah pakai RTS/CTS atau tidak
Pada koneksi PTP tidak memerlukan RTS/CTS
Info lengkap bisa baca disini
Meningkatkan Throughput WiFi dengan Fragmentation Threshold
Pada kondisi ideal misalnya jarak AP-client sangat dekat di dalam ruangan, sebuah frame paket data yang besar bisa dengan mudah di kirim, akan tetapi pada kondisi interferensi yang parah, di tengah pengiriman paket frame data bisa saja terjadi gangguan sehingga paket gagal di kirim, dan harus dikirim secara berulang-ulang. Jika frame data terlalu besar yang makan waktu lebih lama, tentunya pengulangan juga akan mejadi semakin lama, ini akan memperparah koneksi wifi secara keseluruhan.
Supaya frame paket data lebih cepat sampai sebelum terjadi gangguan, maka ada baiknya paket diperkecil, paket yang lebih kecil memerlukan waktu yang lebih singkat untuk pengiriman ulang
Secara default Fragmentation Threshold adalah tidak aktif, nilainya adalah sebesar 2346 byte (nilai terkecil 256 byte), bisa diaktifkan dengan memperkecil besarnya paket, misalnya kisaran 400byte
Fragmentation Threshold ini serupa dg MTU packet pada jaringan ethernet
Info lengkap bisa baca disini
Mencegah bengkaknya latency dengan Sensitivity Threshold
Pada mode AP multi client, sinyal dari para client sangat bervariatif, kadang ada user yang penerimaan sinyalnya pas-pasan, kadang konek kadang tidak, jika ini dibiarkan, maka si client ini akan mengganggu jaringan secra keseluruhan, efeknya pada semua client yg terhubung, sehingga mengalami penurunan throughput dan meningkatnya latency/ping time.
Untuk mencegah hal itu terjadi, salah satu caranya adalah dengan memperbesar nilai seting dari sensitivity threshold, misalnya kita set -80db, maka client yg penerimaan sinyalnya kurang dari -80 akan di tendang gak boleh masuk, dengan begitu hanya tersisa client yang memang dalam kondisi prima untuk terhubung.
Besaran sensitivity threshold itu relatif terhadap noise floor, semakin tinggi noisef loor, nilai sensitivity threshold harus beberapa db diatasnya
Client Isolation
Ini yg sering diabaikan, padahal penting banget
Client Isolation!
Fungsinya untuk mencegah computer client saling terhubung
Jika antar client memanfaatkan jaringan wifi kita untuk transfer data misalnya, itu bisa menyebabkan resource AP tersedot, dan mengganggu client yg lain secara keseluruhan.
Hubungan antar client ini juga bisa terjadi tanpa sebab yg kita sengaja misalnya karena adanya virus jaringan.
Jadi selalu aktifkan fitur Client Isolation di AP hotspot/ptmp
Info lengkap bisa baca disini
Mencegah bengkaknya latency dengan Sensitivity Threshold
Pada mode AP multi client, sinyal dari para client sangat bervariatif, kadang ada user yang penerimaan sinyalnya pas-pasan, kadang konek kadang tidak, jika ini dibiarkan, maka si client ini akan mengganggu jaringan secra keseluruhan, efeknya pada semua client yg terhubung, sehingga mengalami penurunan throughput dan meningkatnya latency/ping time.
Untuk mencegah hal itu terjadi, salah satu caranya adalah dengan memperbesar nilai seting dari sensitivity threshold, misalnya kita set -80db, maka client yg penerimaan sinyalnya kurang dari -80 akan di tendang gak boleh masuk, dengan begitu hanya tersisa client yang memang dalam kondisi prima untuk terhubung.
Besaran sensitivity threshold itu relatif terhadap noise floor, semakin tinggi noisef loor, nilai sensitivity threshold harus beberapa db diatasnya
Client Isolation
Ini yg sering diabaikan, padahal penting banget
Client Isolation!
Fungsinya untuk mencegah computer client saling terhubung
Jika antar client memanfaatkan jaringan wifi kita untuk transfer data misalnya, itu bisa menyebabkan resource AP tersedot, dan mengganggu client yg lain secara keseluruhan.
Hubungan antar client ini juga bisa terjadi tanpa sebab yg kita sengaja misalnya karena adanya virus jaringan.
Jadi selalu aktifkan fitur Client Isolation di AP hotspot/ptmp
Sunday, February 1, 2015
Memanfaatkan QoS AP Tenda untuk Bandwidth Limiter
Kabar gembira dari RNet
Mikrotik sekarang ada extract-nya!
Ternyata... setelah mencoba dengan simulasi kecil,
QoS AP Tenda W309R (Wireless N High power) bisa difungsikan sebagai bandwidth limiter dengan sangat mudah dan praktis!
Tinggal aktifkan QoS
Saya test buat limit 1mbps atau 128KB/s dari bw full 10mbps, hasilnya sukses
Setingan bw bisa dipisah antara download dan upload
Khusus buat pemain RTRW net yang tidak mau rumit dengan mikrotik!
Kelebihan, karena prosesnya aliran paket data sangat sederhana, latency bisa lebih kecil daripada mengunakan routerboard kelas low-end
Security wifi komplit, termasuk mac fiter.
Minusnya captive portal atau halaman login gak ada, tapi sebagai gantinya ssid bisa dikasih nama dengan nomer hp untuk promo
Mikrotik sekarang ada extract-nya!
Ternyata... setelah mencoba dengan simulasi kecil,
QoS AP Tenda W309R (Wireless N High power) bisa difungsikan sebagai bandwidth limiter dengan sangat mudah dan praktis!
Tinggal aktifkan QoS
Saya test buat limit 1mbps atau 128KB/s dari bw full 10mbps, hasilnya sukses
Setingan bw bisa dipisah antara download dan upload
Khusus buat pemain RTRW net yang tidak mau rumit dengan mikrotik!
Kelebihan, karena prosesnya aliran paket data sangat sederhana, latency bisa lebih kecil daripada mengunakan routerboard kelas low-end
Security wifi komplit, termasuk mac fiter.
Alat Charger Accu / Aki model baru
Charger Aki, mungkin agak melenceng dari per-wifi-an, tapi bagi yang sering mengalami mati listrik di rumah, ini bisa jadi alternatif buat mengisi backup aki untuk supply perangkat wifi-nya
Ini murni hasil rancangan saya sendiri, namanya Adjustable Battery Charger, atau pengisi aki yang bisa di atur arusnya secara manual.
Prinsipnya, dengan mengatur tegangan input travo adaptor menggunakan dimmer lampu, kemudian memantau arus yang masuk ke aki pada ampere meter
Bahan utama:
Dimmer lampu 500 watt = 50rb
Trafo CT 5 Ampere 18V = 90rb
Ampere meter 10A = 40rb
dan biaya lain-lain
Tadinya bikin alat ini untuk mengontrol kecepatan dc motor alat micro grinder, tapi gak ada salahnya sekalian di tambah ampere meter biar bisa buat charger aki sekalian :)
untuk men-charge aki, caranya putar dimmer-nya sambil di pantau arusnya, umumnya 10% dari kapasitas ampere aki. Dengan mengatur tinggi rendahnya tegangan supply dari charger, maka arus yang masuk ke aki juga akan itu naik/turun, makanya wajib di setel dulu supaya tidak melebihi batas aman arus pada accu.
Sebaiknya di lengkapi dengan timer, supaya pengisian bisa berhenti selama waktu yang di butuhkan
Ini murni hasil rancangan saya sendiri, namanya Adjustable Battery Charger, atau pengisi aki yang bisa di atur arusnya secara manual.
Prinsipnya, dengan mengatur tegangan input travo adaptor menggunakan dimmer lampu, kemudian memantau arus yang masuk ke aki pada ampere meter
Bahan utama:
Dimmer lampu 500 watt = 50rb
Trafo CT 5 Ampere 18V = 90rb
Ampere meter 10A = 40rb
dan biaya lain-lain
Tadinya bikin alat ini untuk mengontrol kecepatan dc motor alat micro grinder, tapi gak ada salahnya sekalian di tambah ampere meter biar bisa buat charger aki sekalian :)
untuk men-charge aki, caranya putar dimmer-nya sambil di pantau arusnya, umumnya 10% dari kapasitas ampere aki. Dengan mengatur tinggi rendahnya tegangan supply dari charger, maka arus yang masuk ke aki juga akan itu naik/turun, makanya wajib di setel dulu supaya tidak melebihi batas aman arus pada accu.
Sebaiknya di lengkapi dengan timer, supaya pengisian bisa berhenti selama waktu yang di butuhkan
Jual Antena Sectoral MIMO 5.8ghz
Antena Sectoral MIMO 5.8Ghz, 2x16 slot
Desain baru menggantikan desain lama yg menggunakan selubung peralon.
Terbuat dari material-material tahan cuaca yg bisa bertahan lama pada udara terbuka,
Bagian dalam antena tetap kedap air
Lebih presisi
Konektor rp-sma, tidak memerlukan pigtail lagi
Recommend AP, Ubiquiti Rocket M5
Harga promo 600rb
Desain baru menggantikan desain lama yg menggunakan selubung peralon.
Terbuat dari material-material tahan cuaca yg bisa bertahan lama pada udara terbuka,
Bagian dalam antena tetap kedap air
Lebih presisi
Konektor rp-sma, tidak memerlukan pigtail lagi
Recommend AP, Ubiquiti Rocket M5
Harga promo 600rb
Thursday, October 30, 2014
Peringatan, WDS antar chipset belum terstandarisasi IEEE
Ternyata menurut situs dd-wrt, WDS itu belum terstandarisasi oleh IEEE, Tiap vendor chipset mempunyai cara yang berbeda-beda dalam implementasinya.
Jadi, tidak ada jaminan WDS antar chipset yang berbeda bisa terjalin dg baik.
Dan, sebaiknya gunakan chipset yg sama dalam 1 jaringan, misalnya atheros semua, dll.
http://www.dd-wrt.com/wiki/index.php/WDS_Linked_router_network
Jadi, tidak ada jaminan WDS antar chipset yang berbeda bisa terjalin dg baik.
Dan, sebaiknya gunakan chipset yg sama dalam 1 jaringan, misalnya atheros semua, dll.
http://www.dd-wrt.com/wiki/index.php/WDS_Linked_router_network
TP-Link WA701,WA741, MR3220 tidak bisa dipasang antena outdoor
Satu alasan kenapa tp-link wa701nd, wr741n dan wr3220 tidak bisa di pasangkan antena outdoor semacam grid atau omni hi-gain adalah karena adanya pemisahan antena tx dan rx yang menggunakan antena yang berbeda, tx menggunakan antena omni 3db pada sma connector, dan rx menggunakan antena internal di pcb
ap ini tidak menggunakan switch tx/rx untuk bekerja dengan 1 antena
perhatikan antena internal di pcb dlm lingkaran merah
ap ini tidak menggunakan switch tx/rx untuk bekerja dengan 1 antena
perhatikan antena internal di pcb dlm lingkaran merah
Saturday, September 6, 2014
Cara Paling Efektif Mulai Membangun Jaringan RTRW-Net
Seringkali kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan:
* Bagaimana membangun sebuah jaringan RTRW net yang paling simple, paling mudah, dan paling efisien? efisien dalam arti mendapatkan hasil yang paling maksimal dengan belanja hanya seperlunya saja
Bagi para pemula tentu sangat mengharapkan sumbang saran dari para senior atau pemain lama, namun sayangnya, tidak semua pemain lama juga memberikan saran yang baik, misalnya mereka sudah punya istilah paling umum "ono rego ono rupo" atau ada harga ada barang (kualitas), atau mahal = bagus.
Padahal belum tentu yang mahal pasti bagus, karena orang teknik itu berbicara fakta bukan asumsi, voting atau ramalan. yang ada kadang justru pemborosan belanja perangkat.
Untuk Memulai, anda bisa baca ini dulu:
http://rnet-group.blogspot.com/2011/11/memulai-bisnis-rtrw-net.html
Kemudian untuk menambah wawasan, baca yang ini juga:
http://rnet-group.blogspot.com/2011/11/teori-repeater-berantai-rtrw-net.html
Dan supaya tidak kaget jika ada masalah, baca ini dulu:
http://rnet-group.blogspot.com/2014/04/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi.html
Konfigurasi stabdard RTRW-Net
Setelaha ada gambaran, kemudian langsung praktek, dan sebelum praktek, siapkan perangkatnya dulu
* Koneksi internet dan modemnya
* Routerboard Mikrotik seri RB750
* Radio Access Point, ubnt Rocket M2, include poe adaptor
* Antena MIMO RNet + pigtail
Jaringan rtrw net tentu harus ada koneksi internet sumber yang akan kita share, umumnya dari telkom speedy, first media, atau isp lain. Biasanya Modem sudah disediakan oleh ISP, sehingga keluaran dari modem jika kita sambungkan ke komputer/laptop, bisa langsung browsing ke internet
Routerbiard Mikrotik digunakan untuk membagi bandwidth kepada setiap user, supaya tidak saling berebut, sesuai kuota dan terif kecepatan masing2 user
Disamping itu Mikrotik juga digunakan untuk menampilkan halaman login atau captive portal, yang bisa kita isi dengan informasi nama rtrw net, contact person, tarif, promosi, dan lain-lain.
Sebetelnya masih banyak kemampuan dari mikrotik, tapi mengingat keterbatasan RB 750, sebaiknya tidak perlu menambahkan setingan yang mungkin kurang perlu, sehingga resource mikrotik tidak habis untuk hal yang aneh-aneh sperti firewall filter.
Dari RNet sudah membakukan setingan mikrotik paling simple, paling ringan dan sudah mengakomodir kebutuhan standard sebauh rtrw net, termasuk sudah disertakan
* user profile untuk kebutuhan speed yang berbeda-beda,
* burstable profile, lonjakan bw pada awal, untuk mempercepat browsing
* ppp server, untuk pelanggan yang mau men-share lagi koneksinya ke beberapa komputer
* user manager / userman, limimtasi user lebih rinci/detail, termasuk pembatasan waktu akses
Setingan yang sudah dibakukan, bisa di copy-paste kan bisa ambil di sini:
http://rnet-group.blogspot.com/2012/06/setting-mikrotik-routerboard-super.html
Untuk Access Point, saya rekomen sekali untuk menggunakan AP mimo, karena MIMO adalah jenis paling mutakhir, teknologi terbaru dari wifi, dimana pada AP mimo, di dalamnya benar-benar ada 2 radio pemancar dan 2 unit receiver atau penerima. Sehingga AP mimo mempunyai coverage/jangkauan yang lebih jauh/luas. Anda bisa bayangakan, wifi adapter yang ada di dalam laptop di keroyok oleh 2 pemancar, dan sinyal yang dipacarkan oleh laptop juga di terima oleh 2 buah receiver yang ada pada radio ap mimo. Itulah sebabnya kenapa sinyal mimo jauh lebih baik, bahkan TPLink juga meng-klaim, ap mimo-nya coverake-nya 6 kali lipat lebih jauh dibading dengan ap model lama yang single/siso.
Umumnya pelanggan masih menggunakan wifi adapter / ap SISO (single), tidak masalah, karena kita hanya memanfaatkan keunggukan sinyal dari ap mimo. speed tetep mengikuti kemampuan maksimum dari masing-masing client.
Pada client non mimo, atau siso, rocket m2 akan merespon maksimum hanya pada sampai MCS7, artinya jalan satu stream saja, dengan maximum speed 150mbps pada channel width 40mhz, atau 65mbps pada ch width 20mbps. Jadi jangan bermimpi client siso bisa sampe 300mbps :)
Tidak ada keharusan client harus mimo juga, dan tidak ada keharusan pula mimo harus dual polar, karena orang sering salah kaprah dengan label V dan H yang ada pada AP rocket M2 dan antena airmax, tujuan dari penulisan label di produk ubnt sebetulnya untuk identifikasi saja, yang mana yg vertical dan yang mana horizontal supaya pembacaan di status webconfig-nya juga sesuai. Anda bisa saja pasang terbalik antara V dan H, cuma nanti pembacaan di satus-nya juga harus dibalik.
Pada produk ubnt, jangan salah sangka jika ap menggunakan kode M2, itu belum tentu mimo, tapi hanya karena menggunakan processor yg biasa digunakan untuk ap mimo, misalnya Bullet M2, itu diberi kode M2 karena menggunakan processor yg biasa digunakan untuk ap mimo, tapi hanya dijalankan hanya untuk satu stream saja, sedangkan mimo yg bener itu bisa jalan dua stream, atau biasanya di kodekan 2x2, dengan speed maximum 300mbps.
Ada yang mubazir atau sia-sia jika Anda menggunakan Antena mimo dual polar, tapi client masih model siso, karena client hanya efektif berjalan pada salah satu sisi antena mimo yang berpolarisasi sama dengan antena client. keuntungannya hanya, client bebas memasang antena, mau vertical atau horizontal, terserah.
AP mimo dengan antena dual polar hanya akan efektif dan hasilnya maximal jika client menggunakan antena client dual polar juga. Tetapi biayanya tidaklah murah
Di RNet, kami menggunakan antena MIMO dengan polarisasi yang sama pada kedua antena, tujuannya jelas, untuk mendapatkan capaian sinyal yang maksimum, tapi performa mungkin hanya sedikit diatas rata-rata ap siso, karena sasaran kami memang client siso yang lebih murah.
AP MIMO dengan antena MIMO, mempunyai ketahanan terhadap pengaruh interferensi sinyal tetangga jauh lebih baik.
Menurut pantauan kami, tingkat kepuasan pelamggan paling tinggi pada Antena MIMO RNet + Ubiquiti Rocket M2
Antena MIMO RNet, model omni atau sectoral, bisa didapatkin disini:
http://rnet-group.blogspot.com/2013/10/jual-antena-mimo-wifi-24ghz-omni-secoral.html
Yang perlu diperhatikan dalam setting AP Rocket M2, sesuai dengan setingan mikrotik diatas dan antena RNet mimo
- Mode AP - bridge
- IP sejajar dengan hotspot pada port 2, misalnya 172.31.146.7
- airmax = disable
- Output Power, mulai dari 28dbm, jika susah konek turunkan dbm-nya secara bertahap
- Antena gain = 2dbi
- Distance = auto
- Channel width = 20mhz
- Auto shift channel = disable
- Channel, mulai dari channel 6, jika interfrensi tinggi, pindah ke ch-1 atau ch-11
- Client Isolation = enable
Ini mungkin bukan rekomendasi paling murah tapi paling efektif, atau tepat guna!
daripada membangun yang paling murah tapi pada akhirnya mungkin mangkrak atau double cost, Anda mungkin mampu beli perangkat yang lebih mahal, tapi ingat, kalau mau dikembagkan jadinya malah jauh lebih mahal lagi! karena jika Anda membangun jaringan, pikirkan juga perkembangan kedepannya, pikirkan juga kompatibilitas alatnya. Jaringan rtrw net tetep punya kesempatan untuk bisa menjadi lurah net, atau camat net :)
* Bagaimana membangun sebuah jaringan RTRW net yang paling simple, paling mudah, dan paling efisien? efisien dalam arti mendapatkan hasil yang paling maksimal dengan belanja hanya seperlunya saja
Bagi para pemula tentu sangat mengharapkan sumbang saran dari para senior atau pemain lama, namun sayangnya, tidak semua pemain lama juga memberikan saran yang baik, misalnya mereka sudah punya istilah paling umum "ono rego ono rupo" atau ada harga ada barang (kualitas), atau mahal = bagus.
Padahal belum tentu yang mahal pasti bagus, karena orang teknik itu berbicara fakta bukan asumsi, voting atau ramalan. yang ada kadang justru pemborosan belanja perangkat.
Untuk Memulai, anda bisa baca ini dulu:
http://rnet-group.blogspot.com/2011/11/memulai-bisnis-rtrw-net.html
Kemudian untuk menambah wawasan, baca yang ini juga:
http://rnet-group.blogspot.com/2011/11/teori-repeater-berantai-rtrw-net.html
Dan supaya tidak kaget jika ada masalah, baca ini dulu:
http://rnet-group.blogspot.com/2014/04/faktor-apa-saja-yang-mempengaruhi.html
Bagian teknis:
Konfigurasi stabdard RTRW-Net
Setelaha ada gambaran, kemudian langsung praktek, dan sebelum praktek, siapkan perangkatnya dulu
* Koneksi internet dan modemnya
* Routerboard Mikrotik seri RB750
* Radio Access Point, ubnt Rocket M2, include poe adaptor
* Antena MIMO RNet + pigtail
Jaringan rtrw net tentu harus ada koneksi internet sumber yang akan kita share, umumnya dari telkom speedy, first media, atau isp lain. Biasanya Modem sudah disediakan oleh ISP, sehingga keluaran dari modem jika kita sambungkan ke komputer/laptop, bisa langsung browsing ke internet
Routerbiard Mikrotik digunakan untuk membagi bandwidth kepada setiap user, supaya tidak saling berebut, sesuai kuota dan terif kecepatan masing2 user
Disamping itu Mikrotik juga digunakan untuk menampilkan halaman login atau captive portal, yang bisa kita isi dengan informasi nama rtrw net, contact person, tarif, promosi, dan lain-lain.
Sebetelnya masih banyak kemampuan dari mikrotik, tapi mengingat keterbatasan RB 750, sebaiknya tidak perlu menambahkan setingan yang mungkin kurang perlu, sehingga resource mikrotik tidak habis untuk hal yang aneh-aneh sperti firewall filter.
Dari RNet sudah membakukan setingan mikrotik paling simple, paling ringan dan sudah mengakomodir kebutuhan standard sebauh rtrw net, termasuk sudah disertakan
* user profile untuk kebutuhan speed yang berbeda-beda,
* burstable profile, lonjakan bw pada awal, untuk mempercepat browsing
* ppp server, untuk pelanggan yang mau men-share lagi koneksinya ke beberapa komputer
* user manager / userman, limimtasi user lebih rinci/detail, termasuk pembatasan waktu akses
Setingan yang sudah dibakukan, bisa di copy-paste kan bisa ambil di sini:
http://rnet-group.blogspot.com/2012/06/setting-mikrotik-routerboard-super.html
Untuk Access Point, saya rekomen sekali untuk menggunakan AP mimo, karena MIMO adalah jenis paling mutakhir, teknologi terbaru dari wifi, dimana pada AP mimo, di dalamnya benar-benar ada 2 radio pemancar dan 2 unit receiver atau penerima. Sehingga AP mimo mempunyai coverage/jangkauan yang lebih jauh/luas. Anda bisa bayangakan, wifi adapter yang ada di dalam laptop di keroyok oleh 2 pemancar, dan sinyal yang dipacarkan oleh laptop juga di terima oleh 2 buah receiver yang ada pada radio ap mimo. Itulah sebabnya kenapa sinyal mimo jauh lebih baik, bahkan TPLink juga meng-klaim, ap mimo-nya coverake-nya 6 kali lipat lebih jauh dibading dengan ap model lama yang single/siso.
Umumnya pelanggan masih menggunakan wifi adapter / ap SISO (single), tidak masalah, karena kita hanya memanfaatkan keunggukan sinyal dari ap mimo. speed tetep mengikuti kemampuan maksimum dari masing-masing client.
Pada client non mimo, atau siso, rocket m2 akan merespon maksimum hanya pada sampai MCS7, artinya jalan satu stream saja, dengan maximum speed 150mbps pada channel width 40mhz, atau 65mbps pada ch width 20mbps. Jadi jangan bermimpi client siso bisa sampe 300mbps :)
Tidak ada keharusan client harus mimo juga, dan tidak ada keharusan pula mimo harus dual polar, karena orang sering salah kaprah dengan label V dan H yang ada pada AP rocket M2 dan antena airmax, tujuan dari penulisan label di produk ubnt sebetulnya untuk identifikasi saja, yang mana yg vertical dan yang mana horizontal supaya pembacaan di status webconfig-nya juga sesuai. Anda bisa saja pasang terbalik antara V dan H, cuma nanti pembacaan di satus-nya juga harus dibalik.
Pada produk ubnt, jangan salah sangka jika ap menggunakan kode M2, itu belum tentu mimo, tapi hanya karena menggunakan processor yg biasa digunakan untuk ap mimo, misalnya Bullet M2, itu diberi kode M2 karena menggunakan processor yg biasa digunakan untuk ap mimo, tapi hanya dijalankan hanya untuk satu stream saja, sedangkan mimo yg bener itu bisa jalan dua stream, atau biasanya di kodekan 2x2, dengan speed maximum 300mbps.
Ada yang mubazir atau sia-sia jika Anda menggunakan Antena mimo dual polar, tapi client masih model siso, karena client hanya efektif berjalan pada salah satu sisi antena mimo yang berpolarisasi sama dengan antena client. keuntungannya hanya, client bebas memasang antena, mau vertical atau horizontal, terserah.
AP mimo dengan antena dual polar hanya akan efektif dan hasilnya maximal jika client menggunakan antena client dual polar juga. Tetapi biayanya tidaklah murah
Di RNet, kami menggunakan antena MIMO dengan polarisasi yang sama pada kedua antena, tujuannya jelas, untuk mendapatkan capaian sinyal yang maksimum, tapi performa mungkin hanya sedikit diatas rata-rata ap siso, karena sasaran kami memang client siso yang lebih murah.
AP MIMO dengan antena MIMO, mempunyai ketahanan terhadap pengaruh interferensi sinyal tetangga jauh lebih baik.
Menurut pantauan kami, tingkat kepuasan pelamggan paling tinggi pada Antena MIMO RNet + Ubiquiti Rocket M2
Antena MIMO RNet, model omni atau sectoral, bisa didapatkin disini:
http://rnet-group.blogspot.com/2013/10/jual-antena-mimo-wifi-24ghz-omni-secoral.html
Yang perlu diperhatikan dalam setting AP Rocket M2, sesuai dengan setingan mikrotik diatas dan antena RNet mimo
- Mode AP - bridge
- IP sejajar dengan hotspot pada port 2, misalnya 172.31.146.7
- airmax = disable
- Output Power, mulai dari 28dbm, jika susah konek turunkan dbm-nya secara bertahap
- Antena gain = 2dbi
- Distance = auto
- Channel width = 20mhz
- Auto shift channel = disable
- Channel, mulai dari channel 6, jika interfrensi tinggi, pindah ke ch-1 atau ch-11
- Client Isolation = enable
Ini mungkin bukan rekomendasi paling murah tapi paling efektif, atau tepat guna!
daripada membangun yang paling murah tapi pada akhirnya mungkin mangkrak atau double cost, Anda mungkin mampu beli perangkat yang lebih mahal, tapi ingat, kalau mau dikembagkan jadinya malah jauh lebih mahal lagi! karena jika Anda membangun jaringan, pikirkan juga perkembangan kedepannya, pikirkan juga kompatibilitas alatnya. Jaringan rtrw net tetep punya kesempatan untuk bisa menjadi lurah net, atau camat net :)
Friday, July 11, 2014
Internet Masuk Desa (Kampung Internet)
Negara kita habis melaksanakan pemilu untuk pemilihan calon Presiden,
dalam janji politiknya, kedua capres akan memberikan dana sebesar satu milyar rupiah untuk setiap desa.
Nah, untuk yang masih bingung untuk apa saja uang satu milyar tesebut, buat para penyelenggara desa, berikut ini saya akan kasih gambaran untuk memajukan desa Anda!
Tentu kita setuju bahwa bangsa yang penduduknya lebih banyak prosentasinya mendapatkan akses internet, bisa dikatakan lebih maju. atau dengan kata lain, Internet bisa di pakai sebagai indikator kemajuan suatu penduduk. lihat negara maju, prosentasi jumlah penduduk yang mempunyai akses ke Internet tentu jauh lebih besar.
Internet bagi penduduk desa sangat berguna untuk memunculkan ide-ide segar yang bisa diterapkan dalam mendorong kemajuan masyarakatnya. ambil contoh misalnya, katakan Sarimin yang baru lulus sekolah dan masih tinggal di desa, ingin punya usaha dengan memanfaatkan lahan di pekarangannya yang tidak terlalu luas. maka dengan bekal pengetahuannya googling di internet, dia mencari jenis usaha yang cocok dengan pekaragannya tersebut, mulai dari ternak jamur, unggas, ikan, dan lain-lain. setelah di memfokuskan pada satu pilihan misalnya ternak ikan, lalu dia mencari keterangan lebih lanjut tentang jenis ikan, cara budidayanya, pembibitannya, makannannya, dll. semua informasinya ada di internet. atau jika masih ragu dengan keterangan yang ada di internet tersebut, dia bisa melanjutkan googling tempat kurus/pelatihan untuk budidaya ikan tersebut. maka dengan bekal informasi yang ada di internet tersebut, Sarimin pun akhirnya menjadi pengusaha ternak ikan dengan beberapa karyawan dari tetangganya. Atau liat kasusnya si Tukiman yang punya bengkel di ujung desa itu, dia sering kesulitan mencari onderdil mobil yang jelas tidak mungkin dicari di daerahnya. dengan bekal google dia pun bisa juga mencari onderdil yang dimaksud di Internet, tara... dia pun tinggal transfer ke penjualnya dan barangnya dikirim via jasa paket pengiriman. tentu dia sdh menhgemat tenaga, waktu, transportasi untuk mancari dan tanya kesana kemari onderdil yg mmg agak susah carinya tersebut. dan masih banyak lagi ide2 atau informasi yang bakal pada akhirnya membuat suatu desa menjadi lebih maju. Jadi Internet bisa membuka batas sebuah desa! membuka jendela dunia!
Terus apa hubungannya dengan uang satu milyar tadi?
Alokasikan sebagian dana tersebut untuk membuat infrastruktur informasi/internet di desa2 Anda! butgetnya tidak mahal, termasuk jika Anda mau menggratiskan akses Internetnya. berikut saya kasih gambarannya:
Yang diperlukan (versi mewah):
Tower triangle 5 stage (20-25m) sdh termasuk pasang : 5jt
Instalasi Antipetir : 2jt
PC mikrotik rb1100 (licennse level 6) : 4jt
PC Proxy server : 4jt
Monitor : 1 jt
Radio Acces Point 2.4Ghz 3 unit (merk ubnt rocket m2) : 3jt
Antena RNet Sectoral Mimo 2.4ghz 3 unit : 2jt
Radio Acces Point 5.8ghz 3 unit (merk ubnt rocket m5) : 3jt
Radio Acces Point 5.8ghz 3 unit (merk ubnt rocket m5) : 3jt
Antena RNet Sectoral Mimo 5.8ghz : 2jt
Jasa seting mikrotik, acces point dan proxy : 4jt
Lain-lain termasuk kabel lan, hub, dll : 2jt
SUB TOTAL : 32jt
Asumsi Biaya akses Internet untuk tiap bulan, misalnya 4 jt/bln (harga negosiasikan dg ISP, kalo kontrak 1 tahun bisa lbh murah)
Asumsi Biaya maintenance 1 jt / bln
Asumsi Biaya maintenance 1 jt / bln
Dalam setahun = (4+1) x 12 = 60jt
TOTAL 32jt+60jt = 92jt
Maka dengan dana kurang dari 100jt
Untuk tahun pertama boleh Anda gratiskan untuk menstimulasi orang pakai internet, tapi untuk tahun kedua dan seterusnya, jika mereka sudah ketagihan, penduduk bisa ditarik iuran alakadarnya untuk bayar biaya bulanan ke isp dan maintenance
Bebarapa catatan:
Frekuensi adalah sumber daya terbatas di tiap lingkungan, jadi pemerintah desa harus bisa mengatur dg bijak para warganya dalam penggunaannya
Biaya diatas adalah untuk membangun 3 channel di 2.4Ghz, dan 3 channel di 5.8 Ghz, total 6 channel
Para warga penduduk, mengadakan sendiri perangkat untuk penerimanya
dalam lingkup RT/RW, bisa dibangun repeater dengan budget 1-3 jt tiap repeater, biayanya bisa di urunan dari warga sekitar repeater.
Angka-angka diatas sebagian adalah perhitungan kasar, bisa kurang, bisa lebih. dan menurut saya sudah termasuk instalasi yang mewah, biaya bia dikurangi sampai separuhnya jika memang dianggap terlalu mahal. Atau hanya infrastruktur saja yang dibiayai, untuk iuran bulanan bisa dikenakan kepada sebagian pengguna elit yang terdaftar dg bandwidth besar, atau kepada semua pengguna secara sama rata. terserah bagaimana baiknya.
Sunday, April 6, 2014
Faktor apa saja yang mempengaruhi koneksi wifi?
Dalam suatu koneksi hotspot dengan wifi, ada beberapa faktor yang mempengaruhi besaran sinyal yang akhirnya tampak pada sisi client, diantara yaitu:
1. Jenis Antena
Antena yang mempunyai sudut pancar lebih sempit akan mempunyai kualitas sinyal yang lebih baik, misalnya antena omni dibandingkan dengan antena sectoral, tentu sinyal dari antena sectoral akan lebih baik. begitu juga antena directional akan labih baik dari sectoral.
antena omni akan memancarkan sinyal ke segala arah, tetapi menerima interferensi dari segala arah juga.
sudut pancar suatu antena dipandang dari dua sisi, yaitu vertical beamwidth (v-beam) dan horizontal beamwidth (h-beam)
semakin besar gain suatu antena, maka beamwidth akan semakin sempit.
antena omni 3 db v-beam nya akan jauh lebih besar daripada antena dg gain 15db. sehingga jika kita bandingkan antena 3 db dengan antena 15db dalam 1 tower, kemudian kita pantau sinyalnya dari bawah tower, maka sinyal akan lebih besar antena 3 db. tetapi jangkauan terjauhnya masih lebih baik antena yg 15db
2. Radio AP
Radio AP datang dari berbagai merk dan model. tentu mempunyai kualitas yang berbeda-beda pula. Kualitas Ap ini juga berbeda-beda walupun satu merk dan satu model. Misalnya jika kita membeli selusin AP dgn merk/model yang sama, kemudian kita lakukan test satu per satu, hasilnya juga kemungkinan besar berbeda-beda. ada yang sangat bagus ada yang kurang, dan ada juga yang buruk, jika dilihat dari sinyal dang dipancarkan (TX) dan sensitifitas penerimaannya (RX)
Ada beberapa type ap yang hanya bagus di sinyal keluaran / TX, tapi kurang peka/ budeg di sisi penerimaan.
Ada AP yang hanya bagus digunakan untuk koneksi point-to-point, tapi kurang bagus untuk koneksi multi client.
3. Interferensi Frekuensi
Interferensi terkait penggunaan channel, yang erat kaitannya dengan channel width
jika kita menggunakan channel witdh 5MHz, maka kita akan mempunyai 11 channel yang tidak saling interferensi. tapi jika kita memakai channel width 20MHz, maka untuk country Indonesia, hanya ada 3 channel yang tidak saling interferensi, yaitu Ch1, Ch6, dan Ch11
Interferensi di suatu lokasi, jika dilihat dari jenis polarisasinya akan mempunyai tingkatan yang berbeda. Ambil suatu kasus dimana suatu lokasi disitu sudah banyak yang memakai antena dengan polarisasi horizontal, maka intensitas inteferensi horizontal lebih tinggi daripada vertical. jika kita memaksakan kita memakai polarisasi horizontal, yang terjadi sinyal akan saling mengganggu/intereferensi. pada kasus seperti ini kita sebaiknya menggunakan polarisasi vertical, begitu juga pada sebaliknya.
4. Perangkat Client
Begitu banyak perangkat AP, handphone/gadget, laptop, smartphone yang ada dipasaran. tentunya kualitasnya pun berbeda-beda pula. Jika ada satu kasus si A bisa terhubung beberapa kilometer secara langsung hanya menggunakan laptop/handphone. Tentu kita tidak bisa menyamaratakan hasil kasus tersebut di tempat lain jika perangkat nya berbeda. apalagi jika sdh berbeda merk dan model.
Besaran bar penerimaan sinyal pada suatu gadget/laptop itu sebetulnya adalah hasil pengurangan rssi (sinyal sesungguhnya) 'dikurang' dengan besaran noise yang diterima oleh antena. sehingga pada kasus dimana tingkat interferensi tinggi, walaupun di client berjarak hanya puluhan meter dari antena AP pemancar, bisa jadi besaran bar-nya kecil.
Dan untuk AP merk TPLink dan beberapa merk tertentu, juga tidak menampilkan besaran rssi, tetapi hanya nilai dbm setelah dikurang dengan noise/interferensi.
Jenis dan posisi antena client juga sangat mempengaruhi penerimaan sinyal. untuk beberapa merk/model laptop, bahkan hanya menggunakan jenis antena dipole, dan dipasang secara vertical, umumnya laptop/gadget menggunakan antena type microstrip
5. Halangan
Pohon dengan daun yang lebat adalah halangan yang agak sulit di tembus sinyal wifi, karena karakter dedaunan jika kita papar dengan microwave akan menyerap energi, ambil contoh sayuran kita masukkan ke dalam oven microwave.
disamping halangan pohon, bangunan tinggi adalah penyebab terhalangnya sinyal wifi. akan tetapi sifat bangunanmasih bisa memantulkan sebagian sinyal sampai ke client dari sudut yang lain. Atap seng adalah material yang tidak bisa ditembus sinyal. Jika ada kasus client masih bisa akses dibalik lembaran logam, itu kemungkinan dapat dari pantulan dari sudut yang lain.
6. Interferensi dari Universal Repeater
Untuk membuat repater, mode Universal Repeater adalah cara yang paling praktis dan mudah, tetapi sinyal dari universal repeater ini bisa menyebabkan gangguan interferensi secara langsung ke AP utama, dikarenakan menggunakan channel yang sama, tetapi timing waktu pancar-nya ke cliet di sisi repeater tidak sinkron atau tidak di manage dari AP pusat, akibatnya sinyal dari AP pusat dan sinyal dari client universal repeater saling bertumbukan. Keadaan bisa lebih parah kika posisi universal repeater ini dekat dengan AP utama.
WDS repeater adalah repeater yg sinkron
7. Interferensi dari sinyal sendiri
Tembok atau sejenisnya adalah pemantul sinyal wifi yang baik, pada lingkungan padat bangunan, ini bisa menyebabkan masalah besar, karena sinyal yang dipancarkan oleh suatu AP utama akan dipantulkan kembali padanya, masalahnya fasa dan period gelombang pantul ini sudah bergeser sehingga bisa melemahkan atau mengacaukan sinyal utama. Keadaan ini bisa bertambah parah jika kita memperbesar output power radio AP-nya
Selanjutnya untuk meningkatkan kualitas koneksi wifi, bisa lanjut ke Tuning Jaringan Wifi
1. Jenis Antena
Antena yang mempunyai sudut pancar lebih sempit akan mempunyai kualitas sinyal yang lebih baik, misalnya antena omni dibandingkan dengan antena sectoral, tentu sinyal dari antena sectoral akan lebih baik. begitu juga antena directional akan labih baik dari sectoral.
antena omni akan memancarkan sinyal ke segala arah, tetapi menerima interferensi dari segala arah juga.
sudut pancar suatu antena dipandang dari dua sisi, yaitu vertical beamwidth (v-beam) dan horizontal beamwidth (h-beam)
semakin besar gain suatu antena, maka beamwidth akan semakin sempit.
antena omni 3 db v-beam nya akan jauh lebih besar daripada antena dg gain 15db. sehingga jika kita bandingkan antena 3 db dengan antena 15db dalam 1 tower, kemudian kita pantau sinyalnya dari bawah tower, maka sinyal akan lebih besar antena 3 db. tetapi jangkauan terjauhnya masih lebih baik antena yg 15db
2. Radio AP
Radio AP datang dari berbagai merk dan model. tentu mempunyai kualitas yang berbeda-beda pula. Kualitas Ap ini juga berbeda-beda walupun satu merk dan satu model. Misalnya jika kita membeli selusin AP dgn merk/model yang sama, kemudian kita lakukan test satu per satu, hasilnya juga kemungkinan besar berbeda-beda. ada yang sangat bagus ada yang kurang, dan ada juga yang buruk, jika dilihat dari sinyal dang dipancarkan (TX) dan sensitifitas penerimaannya (RX)
Ada beberapa type ap yang hanya bagus di sinyal keluaran / TX, tapi kurang peka/ budeg di sisi penerimaan.
Ada AP yang hanya bagus digunakan untuk koneksi point-to-point, tapi kurang bagus untuk koneksi multi client.
3. Interferensi Frekuensi
Interferensi terkait penggunaan channel, yang erat kaitannya dengan channel width
jika kita menggunakan channel witdh 5MHz, maka kita akan mempunyai 11 channel yang tidak saling interferensi. tapi jika kita memakai channel width 20MHz, maka untuk country Indonesia, hanya ada 3 channel yang tidak saling interferensi, yaitu Ch1, Ch6, dan Ch11
Interferensi di suatu lokasi, jika dilihat dari jenis polarisasinya akan mempunyai tingkatan yang berbeda. Ambil suatu kasus dimana suatu lokasi disitu sudah banyak yang memakai antena dengan polarisasi horizontal, maka intensitas inteferensi horizontal lebih tinggi daripada vertical. jika kita memaksakan kita memakai polarisasi horizontal, yang terjadi sinyal akan saling mengganggu/intereferensi. pada kasus seperti ini kita sebaiknya menggunakan polarisasi vertical, begitu juga pada sebaliknya.
4. Perangkat Client
Begitu banyak perangkat AP, handphone/gadget, laptop, smartphone yang ada dipasaran. tentunya kualitasnya pun berbeda-beda pula. Jika ada satu kasus si A bisa terhubung beberapa kilometer secara langsung hanya menggunakan laptop/handphone. Tentu kita tidak bisa menyamaratakan hasil kasus tersebut di tempat lain jika perangkat nya berbeda. apalagi jika sdh berbeda merk dan model.
Besaran bar penerimaan sinyal pada suatu gadget/laptop itu sebetulnya adalah hasil pengurangan rssi (sinyal sesungguhnya) 'dikurang' dengan besaran noise yang diterima oleh antena. sehingga pada kasus dimana tingkat interferensi tinggi, walaupun di client berjarak hanya puluhan meter dari antena AP pemancar, bisa jadi besaran bar-nya kecil.
Dan untuk AP merk TPLink dan beberapa merk tertentu, juga tidak menampilkan besaran rssi, tetapi hanya nilai dbm setelah dikurang dengan noise/interferensi.
Jenis dan posisi antena client juga sangat mempengaruhi penerimaan sinyal. untuk beberapa merk/model laptop, bahkan hanya menggunakan jenis antena dipole, dan dipasang secara vertical, umumnya laptop/gadget menggunakan antena type microstrip
5. Halangan
Pohon dengan daun yang lebat adalah halangan yang agak sulit di tembus sinyal wifi, karena karakter dedaunan jika kita papar dengan microwave akan menyerap energi, ambil contoh sayuran kita masukkan ke dalam oven microwave.
disamping halangan pohon, bangunan tinggi adalah penyebab terhalangnya sinyal wifi. akan tetapi sifat bangunanmasih bisa memantulkan sebagian sinyal sampai ke client dari sudut yang lain. Atap seng adalah material yang tidak bisa ditembus sinyal. Jika ada kasus client masih bisa akses dibalik lembaran logam, itu kemungkinan dapat dari pantulan dari sudut yang lain.
6. Interferensi dari Universal Repeater
Untuk membuat repater, mode Universal Repeater adalah cara yang paling praktis dan mudah, tetapi sinyal dari universal repeater ini bisa menyebabkan gangguan interferensi secara langsung ke AP utama, dikarenakan menggunakan channel yang sama, tetapi timing waktu pancar-nya ke cliet di sisi repeater tidak sinkron atau tidak di manage dari AP pusat, akibatnya sinyal dari AP pusat dan sinyal dari client universal repeater saling bertumbukan. Keadaan bisa lebih parah kika posisi universal repeater ini dekat dengan AP utama.
WDS repeater adalah repeater yg sinkron
7. Interferensi dari sinyal sendiri
Tembok atau sejenisnya adalah pemantul sinyal wifi yang baik, pada lingkungan padat bangunan, ini bisa menyebabkan masalah besar, karena sinyal yang dipancarkan oleh suatu AP utama akan dipantulkan kembali padanya, masalahnya fasa dan period gelombang pantul ini sudah bergeser sehingga bisa melemahkan atau mengacaukan sinyal utama. Keadaan ini bisa bertambah parah jika kita memperbesar output power radio AP-nya
Selanjutnya untuk meningkatkan kualitas koneksi wifi, bisa lanjut ke Tuning Jaringan Wifi
Subscribe to:
Posts (Atom)






